Tampilkan postingan dengan label AKSI SKT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AKSI SKT. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 April 2015

· 21 Tahun Kopdit Sumber Kasih Tangeb



Siap  Menelorkan  Prestasi



JUMAT  17 April 2015  lalu Kopdit Sumber Kasih  Tangeb genap berusia 21 tahun. Tak ada acara megah mewah  melainkan sederhana saja. Acara  yang dimulai pukul 16.00 Wita itu dihadiri oleh Pengurus, Pengawas dan Manajemen. Namun  kemeriahan tetap  terpancar dari acara yang diakui oleh Menejer  I Gusti Ngurah Rai Gregorius hanya kecil-kecilan saja.
Acara diawali dengan  doa yang dipandu oleh  Matias Sugeng Prihatin, dilanjutkan dengan menyanyikan Mars Koperasi, mengumandangkan Visi Misi dan  acara sapaan kasih.
Sapaan kasih pertama disampaikan oleh Ketua Kopdit Sumber Kasih Tangeb  Drs. Nyoman Marsina. Katanya di usia 21 tahun ini  Kopdit Sumber Kasih Tangeb pantas mengenang para pendiri  baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal seperti almarhum  Sebastianus Hayong, Antonius Wayan Langgeng dan lain-lain. Katanya, usia 21 tahun ibarat anak gadis  yang telah siap reproduksi. Namun  Kopdit Sumber Kasih Tangeb sampai saat ini baru berhasil membuka  dua tempat pelayanan. Ia  mengatakan, jika ada jalinan kerja sama yang harmonis antara Pengurus, Pengawas  dan Manajemen maka Kopdit Sumber Kasih Tangeb akan menuai keberhasilan.
Menurut Marsina, jika diibaratkan dengan pohon, maka di usia 21 tahun ini  harus  sudah menghasilkan buah yang berlimpah. Namun  ia mengajak   sesama pengurus dan pengawas, terutama manajemen untuk tidak  pesimistis. Yang harus dilakukan  adalah  meningkatkan semangat kebersamaan, saling percaya, saling mengisi. Dengan cara ini maka  Kopdit Sumber Kasih Tangeb akan menuai keberhasilan. Ia berharap  agar  para pengelola menjauhkan sikap menyombongkan diri dan terus memupuk harmoni serta masing-masing berperan  maka Kopdit  Sumber Kasih Tangeb akan maju. Dengan tim kerja yang solid maka persoalan apapun  pasti bisa diselesaikan.
Yang juga ditekankan adalah  supaya para pengelola Kopdit Sumber Kasih Tangeb  selalu mawas diri. Hal ini karena  pengelola koperasi  mengelola  uang miliaran rupiah. Katanya, megelola uang  miliaran rupiah itu membuat  ketar-ketir. Namun dirinya  punya mimpi Kopdit Sumber Kasih Tangeb akan menjadi besar  dengan  cara kerja yang jujur, mengabdi dan membagi kasih. Ia juga menyinggung soal kesejahteraan  karyawan.” Kita berupaya agar  gaji karyawan ditingkatkan. Untuk itu asset harus ditingkatkan  dengan kerja  cerdas dan kerja cermat”, ujarnya.
Sedangkan Ketua Pengawas Antonius Parmo mengatakan usia 21 tahun ibarat  anak kuliah sudah semester VII, sudah mendekati sarjana. Artinya sudah mulai dewasa. Selama 21 tahun  Kopdit Sumber Kasih Tangeb  mengalami proses, ada suka dan duka, ada konflik, dan banyak masalah. Namun berkat kerjasama  maka konflik ataupun masalah bisa diselesaikan. Ia menilai  sejak Kopdit Sumber Kasih Tangeb dikelola  dengan koordinasi Menejer  maka  berbagai keberhasilan sudah dicapai. Menejer  sudah berhasil membangun komitmen  bersama.Ia berharap agar Pengurus, Pengawas dan Manajemen tetap berkomitmen menyejahterakan karyawan. Ada  hal lain yang diingatkan  yakni supaya manajemen berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan, karena kalau pernyataan itu salah dan menyinggung perasaan bisa menyebabkan anggota  keluar. Apalagi  sat ini banyak koperasi sehingga harus saling bersaing.
Salah seorang pendiri Kopdit Sumber Kasih Tangeb  Ir. A Wayan  Puger,MS  pada kesempatan tersebut  mengatakan  sangat bersyukur karena  Kopdit Sumber Kasih Tangeb  telah mencapai usia 21 tahun. Menurutnya dengan usia 21 tahun ini maka  pengelola  harus  berpikir positif, bercakap pada tempatnya, bertindak  tepat dan berkarakter menawan. Ia meminta manajemen untuk terus mengembangkan  Kopdit Sumber Kasih  Tangeb.”Manajemen silahkan mengembangkan koperasi ini. Momentum 21 tahun ini harus dijadikan daya ungkit untuk  mencapai berbagai kemajuan”, ujarnya.***gus

Rabu, 28 Januari 2015

TB 2014: Kopdit Sumber Kasih Tangeb Gelar Sejumlah Diklat




Visi Kopdit Sumber Kasih Tangeb “Lembaga keuangan yang aman, sehat, kuat, mandiri, berdaya pikat, berdaya guna dan  terbaik di Provinsi Bali tahun 2025”, bukanlah visi yang muluk-muluk. Sebab  kalau sumber daya manusia  cukup mumpuni  maka  Visi tersebut  bisa terwujud  sebelum tahun 2025.Untuk mewujudkan  Visi tersebut sepanjang tahun buku 2014  Kopdit Sumber Kasih Tangeb  menggelar sejumlah Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) termasuk Diklat Manajemen.
Diklat Manajemen ini sangat strategis  karena  salah satu Misi Kopdit adalah  meningkatkan kualitas  SDM melalui pendidikan dan pelatihan. Apalagi  manajemen  adalah penentu keberhasilan  koperasi ke depan. Sesuai Renstra 2013-2017, pada tahun buku 2014  ini  jumlah anggota harus mencapai 2.970 orang, simpanan saham Rp 4,5 miliar, simpanan non saham Rp 24 miliar, pinjaman beredar Rp 25,5 miliar dan dana cadangan Rp 1,5 miliar. Tahun buku 2015 jumlah anggota ditargetkan 4.010 orang, simpanan saham Rp 6 miliar, simpanan non saham Rp 31,6 miliar, pinjaman beredar Rp 34,5 miliar dan dana cadangan Rp 2,8 miliar. Tahun Buku 2016  anggota 5.413 orang, simpanan saham Rp 8,2 miliar, simpanan non saham Rp 42,6 miliar, pinjaman beredar Rp 46,5 miliar dan dana cadangan Rp 3,8 miliar.
Renstra 2014 sampai 2017  harus   diwujudnyatakan dan  penentunya adalah  penerapan marketing  yang tepat  dan  pengelolaan  perkreditan yang tetap sasaran. Pengetahuan seputar  marketing dan perkreditan ini mutlak perlu dimiliki oleh  para  karyawan  di level manajemen.Banyak koperasi yang ambruk  karena  manajemen  tidak menguasai marketing dan  tidak hati-hati dalam memberikan kredit.
Dari laporan pertanggungjawaban Pengurus sepanjang tahun buku 2014 Kopdit Sumber Kasih Tangeb  telah melaksanakan  pendidikan dasar koperasi bagi anggota  yakni  di Kantor Pusat  4 kali dengan jumlah anggota 118 orang dan Kantor Cabang Pembantu Bajera Tabanan  2 kali dengan  jumlah anggota  44 orang. 
Peningkatan  kualitas dan kompetensi staf manajemen  juga menjadi perhatian dari pengelola Kopdit Sumber Kasih Tangeb. Upaya peningkatan  kualitas SDM manajemen itu  dilakukan melalui Diklat  Manajemen  yang diselenggarakan 13 Juli 2014 di Kantor Pusat dan  26 Oktober 2014 di Bedugul. Kedua Diklat ini  diselenggarakan oleh Kopdit Sumber Kasih Tangeb.
Para staf manajemen Kopdit Sumber Kasih Tangeb juga diikutsertakan dalam sejumlah Diklat yang diselenggarakan oleh  Puskopdit Bali Artha Guna. Diklat dimaksud antara lain Diklat Perkreditan di Kubu GunungCenter 30 Agustus 2014, Diklat CUCCC di Rumah Khalwat Tegaljaya  September 2014  dan Diklat Sikopdit Online  di Puskopdit BAG  November 2014. 
Sedangkan Diklat bagi Pengurus dan Pengawas  antara lain Diklat penyusunan Rencana Kerja dan RAPB Kopdit  di Rumah Khalwat Tegaljaya  23 Maret 2014, Forum Ketua Pengurus, Pengawas dan manajer  di Rumah Khalwat Tegaljaya 23 Maret  2014 dan Diklat Kepengawasan  di Rumah Khalwat tegaljaya  28-29 Juni 2014. Selain itu  forum ketua, pengurus, pengawas dan manajer  di Rumah Khalwat Tegaljaya  15 Juni 2014  dan di Puskopdit BAG 23 November 2014  serta forum manajer  6 Desember 2014. Semua jenis diklat ini diselenggarakan oleh Puskopdit Bali Artha Guna.
Untuk diketahui  Manajemen Kopdit Sumber Kasih Tangeb  saat ini  dinilai semakin kuat  setelah sejak April 2014 lalu diangkat seorang manajer  definitif  yakni  I Gusti Ngurah Rai Gregorius,S.Pd. Kepala  Operasional dipercayakan kepada Ni Nyoman Parwati, Kabag Dana  Ni Kadek Supadmi,Kabag Pinjaman Ni Putu Reny Ariatidan kabag Akuntansi Margaretha Made Febianita,SE. Kasir Ni Ketut Ayu Ariastuti dan Teller  I Gusti  Ayu Nyoman Mila Masmini.
Survey dan  Penagihan  I Putu DipaSuryadi Andre,SH, IT dan Penagihan  Theodorus Mahardika,Umum  Ni Luh Putu Ratna Dewi. Bagian dana  I Putu Desiana,SS, Ni Luh Apriani Astuti,Komang Sri Puspasari,Ni Nyoman Sumiati, Ni Luh Putu  Sutarmini dan Ni Made  Rina Lestari.
Staf  Kantor Cabang Pembantu Bajera, Kepala  Operasional  I Putu Edi Permana Putra, bagian dana dan pinjaman  I Putu Manik Darmawan,SE, Ni Nyoman Sri Wahyuni, I Nyoman Budi Artawan dan I Ketut Suparsa,S.Pd.  Staf Temat Pelayanan mambal, Kepala Operasional Andreas Eka Adi Putra, bagian dana  Ni Ketut Narini dan Ni Nengah Sariani.***agust g thuru

Selasa, 27 Januari 2015

Kopdit Sumber Kasih Tangeb

Menebar Kasih Lintas Budaya

Seperti petani menebar benih, tumbuh dan  berkembang seturut waktu  dan selalu   ada  waktu  untuk menuai hasilnya, demikian  sejarah perjalanan Koperasi Kredit  Sumber Kasih Tangeb, salah  satu  kopdit  di lingkungan  Puskopdit Bali Artha Guna yang berkembang seturut  perjalanan waktu. Koperasi  ini dirintis oleh sekelompok  umat Paroki St. Theresia Tangeb  namun kemudian menebar kasih  lintas  etnis, lintas budaya dan lintas agama.
 
Dengan mengibarkan motto ‘Bersama Menuju Sejahtera’, Kopdit  Sumber Kasih Tangeb memang benar-benar telah membuka diri  menjadi  solusi dan pelayan bagi semua orang tanpa  sekat. Menyusuri jejak Kopdit Sumber Kasih Tangeb, diketahui  bahwa  Kopdit ini berdiri pada 17 April 1994, dan berkedudukan di Br. Tengah Tangeb  Abianbase. Sampai saat ini  Kopdit  Sumber Kasih Tangeb  terus  mengembangkan seluruh potensinya melayani  masyarakat  dengan  visi ‘Lembaga keuangan yang sehat, kuat, mandiri dan mengedepankan  aspek pelayanan  yang bermutu serta memberikan  manfaat optimal  bagi anggota dan masyarakat. Misi  yang  diemban  adalah  menerapkan pengelolaan Kopdit  secara profesional melalui pendidikan, pelatihan dan pelayanan keuangan yang bermutu untuk mewujudkan usaha  yang mampu  bertumbuh dan  berkembang  sehingga dapat memberikan  hasil yang optimal.
 
Kopdit Sumber Kasih Tangeb didirikan oleh  sekelompok  umat katolik Paroki St. Theresia  Tangeb  dan sampai saat ini  masih berkantor  di kompleks  Gereja  Tangeb  dengan menempati  bangunan  milik  Gereja Tangeb. Setelah  mengantongi  Badan Hukum  Nomor: 01/BH/DISKOP/XII/2003 Kopdit  Kasih Tangeb benar-benar  membuka diri  menjadi  pelayan bagi masyarakat  tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras dan golongan. Dengan kata lain  Kopdit Sumber Kasih Tangeb  adalah  koperasi yang  menjalankan fungsinya  sebagai pelayan  masyarakat secara inklusif.Sejumlah  tokoh umat  memang pantas dicatat  sebagai  peletak sejarah, atau sebagai inisiator. Mereka antara lain  Sebastianus Hayong, D.I Nyoman Litek Diarsa, V.Made Berata, I Made Lapur, dan S.I Wayan  Marsa serta sejumlah nama lain  yang tak  disebutkan, tapi dengan cara dan peran  masing-masing  telah turut  menumbuhkembangkan  Kopdit  Sumber Kasih Tangeb.
 
Keterbukaan  Kopdit  Sumber Kasih Tangeb  dalam menerima anggota tanpa batas-batas sekat  perbedaan  sangat dijiwai oleh Anggaran Dasar  yang telah disepakati bersama. Sesuai  pasal 2  Anggaran Dasar, koperasi ini berazaskan kekeluargaan  dan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan  ekonomi sesuai dengan kepentingan ekonominya sehingga dapat meningkatkan nilai tambah dan pendapatan  anggota pada khususnya  dan masyarakat pada umumnya  serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan  masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan pancasila dan UUD 1945.Lebih tegas lagi, Kopdit Sumber Kasih Tangeb dalam menerima anggota  didasarkan pada pasal 5  Anggaran Dasar  yang menegaskan, yang diterima menjadi anggota adalah Warga negara Indonesia yang  mempunyai kemampuan penuh untuk melakukan tindakan hukum, dewasa dan tidak  berada dalam perwalian, bertempat tinggal di kabupaten dan kota  Provinsi Bali  dan  dengan mata pencarian  guru, petani, wiraswasta, pedagang atau pegawai negeri.
 
Saat ini Kopdit Sumber Kasih Tangeb dikelola oleh  pengurus dan pengawas  periode 2010  sampai dengan 2012  dan manajemen. Pengurus  masa bakti 2010-2012  adalah  I Nyoman Sudita,SH  sebagai ketua, wakil ketua T.Riyadi, sekretaris Yoseph lado Tukan, bendahara 1 Ir. I Wy Puger dan bendahara 2  Dra. IGA Saptadiani. Sedangkan pengawas  I. Gusti Ngurah Rai Gregorius, Drs. Nyoman  Marsina dan  Dewa Pt. Sudana. Sampai  31 Desember 2011 jumlah anggota  telah mencapai 1.412 orang  terdiri dari  777 laki-laki dan 635 perempuan, simpanan saham  telah mencapai Rp 2,5  miliar lebih, simpanan non saham Rp 6,7 miliar lebih, sedangkan pinjaman beredar  mencapai Rp 8.278.789.400. Kekayaan  mencapai Rp 10, 8 miliar lebih, cadangan  umum Rp 397.640.957 , cadangan  resiko Rp 302.286.944  dan  total cadangan Rp 699.927.901. Keberhasilan ini tentu saja berkat kerja keras pengurus yang didukung manajemen  dengan seluruh personilnya. 
 
Di bawah  manajer  Yustina Rai Artini, koordinasi terus dilakukan  untuk  terus  menumbuhkan anggota dan modal. Para karyawan/karyawati  antara lain  Nyoman Parwati, Kd.Supadmi, Pt. Reny Ariaty, Mad. Febianita, Kt. Ayu Ariastuti, Wy.Sukmawati. Kd Dwi Astuti dan Pt.Andre adalah  para ujung tombak  bagi Kopdit Sumber Kasih Tangeb  dalam usaha semakin mengokohkan diri sebagai  lembaga pelayanan kepada masyarakat  dalam  mengembangkan  perekonomiannya. Sebagai  lembaga  koperasi yang  berbadan hukum, Kopdit Sumber Kasih Tangeb pun tunduk di bawah peraturan perundang-undangan  yang berlaku  terhadap koperasi dan tenaga kerjanya. 
 
Selain itu  Kopdit Sumber Kasih Tangeb memiliki Standar Operasional Manajemen (SOM) atau  semacam peraturan  perusahaan  yang juga memproteksi  kesejahteraan tenaga kerja. Dalam  SOM tersebut  hal-hal yang diatur  adalah kewajiban pengurus dan karyawan, kewajiban pengurus, kewajiban karyawan, hubungan kerja dan masa percobaan, jabatan dan golongan, gaji, tunjangan, pajak dan gratifikasi, pemberian bantuan sosial, pakaian kerja, penghargaan, bonus dan THR, dana pengobatan, peraturan tata tertib, tindakan terhadap pelanggaran dan peraturan pemberhentian.
Bersama Menuju Sejahtera 
Kopdit Sumber Kasih Tangeb terus menghimpun para anggota untuk bersama-sama menuju sejahtera. Sejumlah produk simpanan dan pinjaman  ditawarkan kepada para anggota. Proteksi  terhadap kesejahteraan  para anggota pun diperhatikan  misalnya  melalui program  DAPERMA.Menurut Manajer  Kopdit Sumber Kasih Tangeb, anggota  yang ingin bergabung dengan Kopdit Sumber Kasih Tangeb harus memenuhi  persyaratan  seperti mempunyai tempat tinggal yang tetap, memiliki kartu keluarga, memiliki KTP, dijamin dan direkomendasikan  minimal 1 orang anggota lama dan  mendapat persetujuan dan pengesahan dari pengurus. Calon anggota yang diterima  wajib untuk  membayar simpanan pokok sebesar Rp 25.000, simpanan wajib Rp 25.000, uang pangkal Rp 100.000, biaya pendidikan untuk anggota baru Rp 50.000 dan  simpanan wajib setiap bulan minimal Rp 25.000,-
 
Kopdit Sumber Kasih Tangeb  melayani produk-produk simpanan  antara lain, Sibuhar A yakni  simpanan bunga harian berupa tabungan bagi anggota  dengan persyaratan mudah dan ringan yang  diterbitkan oleh  primer-primer di bawah  Puskopdit Bali Artha Guna  yang bertujuan menumbuhkan budaya  menabung  untuk meningkatkan kesejahteraan  anggota khususnya dan masyarakat umumnya. Keunggulan Sibuhar A adalah  bunganya sistem harian sebesar 7% pertahun, penarikan dapat dilakukan setiap saat dan tanpa biaya  administrasi bulanan. Sedangkan  Simpanan Bunga Harian B (Sibuhar B)  adalah  tabungan untuk perorangan dan instansi atau lembaga  dengan  bunga sistem harian 7% pertahun, dapat ditarik  setiap saat dan tanpa biaya  administrasi  bulanan.
 
Ada juga produk  simpanan  bernama Simpanan Pelajar (Simpel)  yakni tabungan khusus  untuk para pelajar  guna mendidik para pelajar  supaya terbiasa  untuk memulai menabung sejak dini. Bunganya sistem  harian sebesar 7% pertahun, setoran awal pembukaan rekening minimal Rp 5.000, setoran tunai selanjutnya minimum Rp 1.000, penarikan  setiap saat dan  tanpa biaya administrasi bulanan. Produk simpanan lainnya adalah Simpanan Dana Siswa (Sidasi), tabungan dari orang tua  untuk mempersiapkan dana pendidikan  bagi putra-putri  yang disetorkan secara rutin  dengan bunga kompetitif dan lebih tinggi dari  tabungan biasa yakni  10% pertahun, setoran awal minimum Rp 25.000, setoran tunai selanjutnya sesuai kemampuan dan jangka waktu  24 bulan. 
 
Produk simpanan lainnya lagi adalah Produk Kreatif, tabungan khusus anggota dan masyarakat umum  untuk hari raya dengan menabung secara rutin  jangka waktu 6 sampai 12 bulan sesuai tujuan hari raya. Bunga 10% pertahun, setoran awal minimum Rp 25.000, selanjutnya  setoran sesuai kemampuan. Di Kopdit Sumber Kasih Tangeb  juga ada  produk simpanan bernama Simpanan Sukarela Berjangka  atau Sisuka dengan jangka waktu tertentu  sesuai dengan kesepakatan  sehingga terhindar dari penggunaan dana yang tidak terencana. Jangka waktunya 3 bulan, 6 bulan dan 12 bulan dan  simpanan dapat dimulai  sebesar Rp 500.000  dengan suku bunga  3 bulan 9%, 6 bulan 10%, 12  bulan 11%. 
 
Dan produk simpanan  terakhir  adalah  Simpanan Masa Depan  atau Simapan, yakni simpanan  untuk perencanaan masa depan  agar hidup lebih berkualitas dan sejahtera dalam hal perekonomian. Maksud dan tujuan dari Simapan adalah bisa merencanakan  atau memproteksi kebutuhan   di masa depan  dengan selalu menempatkan  sebagian penghasilan  melalui program ini. Keunggulan Simapan adalah  bunga 6 sampai 12%, semakin lama jangka waktu semakin  tinggi bunganya, setoran tetap dan rutin setiap bulan  yang besarnya  disesuaikan dengan kemampuan.Penarikan Simapan hanya dilakukan  sesuai dengan masa jatuh tempo  sedangkan bila penabung tidak melanjutkan setoran simpanan tetap menjadi milik atau tidak hilang yang akan diterimanya kembali setelah  jatuh tempo. Jika  peserta meninggal dunia maka ahli warisnya yang menerima. Persyaratan  menyimpan uang  di Simapan sangat mudah.
 
Kopdit Sumber Kasih Tangeb  adalah peserta  program Dana Perlindungan Bersama (Daperma)  dari Inkopdit  berupa Perlindungan Pinjaman Anggota (PPA). Ini adalah produk yang melindungi koperasi dari resiko pinjaman yang terjadi ketika  anggotanmya meninggal atau cacat total tetap sebesar maksimum Rp 50 juta untuk usia produktif. Dengan demikjian koperasi  atau ahli waris tidak menanggung beban  hutang. Sedangkan  Santunan Duka Anggota (SDA) adalah produk yang bertujuan  meringankan beban keuangan keluarga  anggota yang meninggal yang diperhitungkan atas dasar simpanannya.
 
Koperasi Kredit Sumber Kasih Tangeb  memiliki jaringan yang kuat  yakni  sebagai anggota  Puskopdit Bali Artha Guna  dan  dengan sendirinya berada di bawah jaringan Gerakan Koperasi Kredit Indonesia (GKKI) Inkopdit. Predikat yang telah diraih oleh Kopdit Sumber Kasih Tangeb  antara lain  berpredikat SEHAT  atas penilaian Dinas Koperasi  UKM Provinsi Bali tahun 2009 dan berperingkat  Koperasi Berkualitas  atas penilaian Kementerian Koperasi  UKM tahun 2009  lalu.***agust g thuru

Tahun Buku 2015: Kopdit SKT Mau Buat Apa?



Tahun 2025 Kopdit Sumber Kasih Tangeb akan menjadi  lembaga keuangan yang aman, sehat, kuat, mandiri, berdaya pikat, berdaya guna dan terbaik di Provinsi Bali. Inilah mimpi besar  yang dituangkan sebagai Visi Kopdit Sumber Kasih Tangeb (SKT).

Untuk mewujudkan Visi  ini  maka ada enam misi yang  siap diwujudnyatakan. Enam misi itu adalah  pengelolaan keuangan mengacu ada Acces Branding dan  standar PEARLS, meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan dan pelatihan, melakukan kerjasama dengan berbagai pihak, meningkatkan keswadayaan anggota, meningkatkan pelayanan prima berlandaskan KASIH  dan meningkatkan produktivitas anggota melalui pendampingan dan konsultasi keuangan dan atau usaha. 

Sesuai dengan Rencana Strategis (Renstra) sasaran keuangan  tahun buku 2015  jumlah anggota  4.010, simpanan saham Rp 6 miliar, simpanan non saham Rp 31,6 miliar, pinjaman beredar Rp 34,5 miliar dan dana cadangan Rp 2,8 miliar. Untuk mewujudkan  target ini  maka RAT XX juga telah menyetujui Rencana Kerja Tahun Buku 2015. Aspek legalitas dengan tujuan meningkatkan pemahaman tentang hukum yang berkaitan dengan  koperasi maka pengurus, pengawas dan manajemen  wajib mengikuti seminar, sosialisasi atau workshop tentang hukum yang berkaitan dengan koperasi bila ada kesempatan.
 
Dari aspek kegiatan  organisasi, di tahun buku 2015 Kopdit SKT  akan meningkatkan jumlah anggota dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat serta memerkuat modal  dengan merekrut 1000  anggota baru melalui promosi dan sosialisasi, membuka kantor cabang pembantu dan kantor kas di Denpasar dan Kediri Tabanan. Untuk meningkatkan pengetahuan dan skill kepengurusan, manajemen dan anggota maka Kopdit  SKT wajib melakukan pelatihan dasar koperasi bagi anggota, pemberdayaan pengurus, pengawas dan manajemen lewat forum-forum Puskopdit BAG dan mengirim  pengurus, pengawas  dan manajemen ke pelatihan yang sesuai  kebutuhan koperasi seperti  diklat uji kompetensi  kasir, juru buku, kabag, CUDCC dan perkreditan.

Pengelolaan  manajemen perkoperasian  tak bisa lepas dari kemajuan teknologi informasi dan media komunikasi. Karena itu Kopdit SKT  akan memanfaatkan teknologi untuk kemajuan koperasi dan memanfaatkan tabloid Mentik sebagai media komunikasi yang berbasis koperasi dengan mendorong pengadaan dan penggunaan internet dan IT lainnya, mengembangkan sistem online Sikopdit CS dan memanfaatkan seoptimal mungkin tabloid Mentik. Tentu saja  untuk melakukan perencanaan, koordinasi dan evaluasi usaha maka  rapat pengurus, pengawas dan manajemen mutlak perlu dilakukan.
Koperasi yang sehat merupakan  tujuan dari semua pengelola Kopdit SKT.Untuk itu kegiatan  audit dan monitoring  untuk mengetahui kekurangan dan kelemahan sehingga dapat dilakukan perbaikan akan terus dilakukan. Pemeriksaan pengawas  dilakukan dua minggu sekali, audit oleh Puskopdit Bali Artha Guna  2 kali dalam tahun buku 2015 dan audit publik dilakukan Januari 2016. Tak lupa  pula untuk meningkatkan tali persaudaraan dalam GKKI  Kopdit SKT pun akan terlibat  dalam acara kebersamaan Puskopdit BAG.
RAT XX  juga telah menyetujui  rencana kerja  keuangan dan usaha. Dari sisi permodalan, pengelola akan meningkatkan  permodalan dari sumber simpanan saham dan non saham dan meningkatkan modal lembaga. Dan di akhir tahun buku 2015  simpanan saham  harus mencapai Rp 5.673.978.000, sedangkan simpanan non saham yang terdiri dari Sibuhar A Rp 9.000.000.000, Sibuhar B Rp 4.400.000.000, Simpel Rp 100.000.000, Sisuka Rp 12.000.000.000, Simapan Rp 2.000.000.000, Produk Kreatif Rp 1.000.000.000, Modal Lembaga Rp 2.500.000.000 serta penambahan produk-produk simpanan lainnya. Sedangkan pinjaman yang  akan disalurkan kepada anggota  pada tahun buku 2015  diproyeksikan sebesar Rp 30.000.000.000  dan saldo pinjaman per Desember 2015 menjadi Rp 36.500.000.000. Peningkatan Batas Maksimum Pemberian Pinjaman (BMPP)  naik dari Rp 200.000.000 menjadi Rp 300.000.000.
 
Kekuatan koperasi  salah satunya  ada di manajemen. Karena itu manajemen  sering disebut-sebut sebagai "Tangan Ajaib" gerakan koperasi. Karena itu di tahun buku 2015  aspek administrasi dan tata usaha akan ditingkatkan,melakukan pengadaan, perawatan dan proteksi inventaris kantor,  pengembangan sumber daya manusia  dan penambahan  karyawan sebanyak 8 orang.  Proyeksi neraca tahun buku 2015, total aset dan total kewajiban dan ekuitas diproyeksikan Rp 39.861.725.595 atau naik 30,38% dari tahun buku 2014. Proyeksi perhitungan hasil usaha tahun buku 2015, SHU setelah beban perkoperasian Rp 434.379.798 atau naik 33,91% dari tahun 2014. Pajak penghasilan  Rp 62.317.940  naik 46,11% dari tahun 2014 dan SHU setelah pajak Rp 372.061.858  naik 26,94% dari SHU tahun buku 2014 lalu. Nah, manajemen yang mengelola, anggota yang  menentukan  keberhasilannya.***agust g thuru